Perpustakaan ITB

Judul Penulis / Pembimbing TA Tahun Penerbit Perpustakaan

Peran Modal Manusia pada Pelaku Usaha Batik Dalam Mendukung Transisi Praktik Ekonomi Sirkular di Kampung Batik Kauman, Kota Pekalongan


Nomor Panggil PWK

TA/2026/3189 PER

Penulis

PERMADI, Muhamad Rafli

Penerbit

Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota SAPPK ITB

Tahun Terbit

2026

Ketersediaan

NoNomor IndukKembaliKoleksi
NoNomor IndukTanggal
NoNomor IndukTanggal
NoNomor IndukTanggal
NoNomor IndukLokasiKoleksi
1 4154003189 TA PWK Labtex IX A Lt.3 JBPTITBSAPPK
No AntrianTanggal ReservasiUser

Detil

Kolasi : xx, 220 hlm.; 30 cm
Materi Koleksi : Tugas Akhir Skripsi-ITB
Bahasa : Indonesia
Subjek : Isnu Putra Pratama, S.T., M.P.W.K., Dr
Kata Kunci : Modal manusia, ekonomi sirkular, industri batik, prinsip 9R, Kampung Batik Kauman
Keterangan : Industri batik sebagai bagian dari industri tekstil menghadapi tantangan lingkungan berupa tingginya penggunaan bahan baku, air, energi, dan limbah produksi. Ekonomi sirkular menjadi pendekatan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui penerapan prinsip 9R. Keberhasilan transisi praktik ekonomi sirkular tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan kebijakan, tetapi juga oleh modal manusia pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran modal manusia pada pelaku usaha batik dalam mendukung transisi praktik ekonomi sirkular di Kampung Batik Kauman, Kota Pekalongan. Penelitian menggunakan pendekatan mixedmethods dengan sifat deskriptif-eksploratif dan pendekatan deduktif. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif terhadap 20 pelaku usaha batik untuk mengidentifikasi penerapan prinsip 9R, sedangkan analisis kualitatif dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, studi dokumen, dan pengkodean tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ekonomi sirkular telah diterapkan pada seluruh tahapan produksi, namun masih didominasi oleh prinsip reduce, reuse, repair, dan recycle, sedangkan prinsip ekonomi sirkular dengan tingkat hierarki yang lebih tinggi masih terbatas. Modal manusia pelaku usaha didukung oleh pengetahuan praktis, keterampilan teknis, dan pengalaman pelatihan, tetapi belum sepenuhnya berkembang menjadi kapasitas yang sistematis dalam mengelola aliran material, mengukur efisiensi penggunaan sumber daya, serta mengevaluasi proses produksi. Peran modal manusia dipengaruhi oleh faktor pendorong berupa komitmen kepemimpinan, pola pikir organisasi, model bisnis inovatif, jejaring dan kolaborasi, dukungan pemerintah, ketersediaan sumber daya, serta kapasitas modal manusia, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan finansial, keterbatasan teknologi, rendahnya pengetahuan dan kesadaran, kompleksitas rantai pasok, keterbatasan regulasi dan insentif, serta keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modal manusia telah berperan sebagai modal awal dalam mendukung transisi praktik ekonomi sirkular, namun masih berada pada tahap praktis-transisional sehingga masih memerlukan penguatan kapasitas melalui peningkatan pengetahuan konseptual, keterampilan pengelolaan produksi yang terukur, serta pelatihan yang lebih spesifik.
URL : https://digilib.itb.ac.id/gdl/view_data/peran-modal-manusia-pada-pelaku-usaha-batik-dalam-mendukung-transisi-praktik-ekonomi-sirkular-di-kampung-batik-kauman-kota-pekalongan-15422082