| Keterangan |
: DAS Batang Toru mengalami tekanan deforestasi yang masif dan tercatat sebagai salah satu wilayah paling terdampak bencana hidrometeorologi Siklon Senyar pada November 2025. Upaya rehabilitasi ekosistem pascabencana yang tercantum dalam rencana induk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi belum dilengkapi arahan teknis dan prioritas wilayah yang berbasis proyeksi tutupan lahan di masa depan. Penelitian ini bertujuan merumuskan arahan dan prioritas intervensi penataan ruang sebagai upaya rehabilitasi ekosistem DAS Batang Toru berdasarkan dinamika dan skenario perubahan tutupan lahan serta jasa ekosistem dalam mengatur banjir. Metode penelitian terdiri atas empat tahap: (1) Klasifikasi tutupan lahan periode 2000 hingga 2025 dilakukan menggunakan algoritma Random Forest berbasis citra Landsat, (2) Proyeksi tutupan lahan tahun 2040 melalui pendekatan Cellular Automata berbasis Weight of Evidence di perangkat lunak Dinamica EGO pada tiga skenario, yaitu Business-as-Usual, Arahan Pola Ruang (APR), dan Konservasi (KR), (3) Kapasitas retensi banjir melalui model Urban Flood Risk Mitigation dalam platform InVEST pada kondisi curah hujan normal dan ekstrem, dan (4) Arahan prioritas intervensi yang dirumuskan melalui eksplorasi kawasan dan wawancara pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan DAS Batang Toru kehilangan 17.911 hektare tutupan hutan dalam 25 tahun terakhir, didorong oleh ekspansi konsesi industri ekstraktif di hulu dan hilir DAS. Pemodelan skenario menunjukkan tujuh dari sebelas variabel spasial berpengaruh signifikan terhadap perubahan lahan, di mana skenario Arahan Pola Ruang tidak menunjukkan perbaikan berarti dibandingkan dengan skenario Business-as-Usual. Selain itu, pada kondisi curah hujan normal, DAS masih mampu menahan 72 hingga 80 persen volume hujan, namun pada intensitas ekstrem yang sebanding dengan Siklon Senyar kapasitas tersebut turun menjadi 35 hingga 42 persen. Temuan tersebut turut menggambarkan kerentanan struktural DAS Batang Toru terhadap kejadian hidrometeorologi ekstrem. Penelitian ini menghasilkan peta zonasi empat kategori prioritas intervensi, yaitu zona proteksi, degradasi, pemulihan, dan kritis sebagai dasar arahan rehabilitasi ekosistem dan revisi kebijakan tata ruang di DAS Batang Toru.VVVVVVVV |