Perpustakaan ITB

Judul Penulis / Pembimbing TA Tahun Penerbit Perpustakaan

Identifikasi Potensi Pengaruh Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Terhadap Preferensi Pemilihan Moda Transportasi Pekerja DKI Jakarta


Nomor Panggil PWK

TA/2026/3182 SIA

Penulis

SIANTURI, Mianda Esther Patricia

Penerbit

Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota SAPPK ITB

Tahun Terbit

2026

Ketersediaan

NoNomor IndukKembaliKoleksi
NoNomor IndukTanggal
NoNomor IndukTanggal
NoNomor IndukTanggal
NoNomor IndukLokasiKoleksi
1 4154003182 TA PWK Labtex IX A Lt.3 JBPTITBSAPPK
No AntrianTanggal ReservasiUser

Detil

Kolasi : xviii, 182 hlm.; 30 cm
Materi Koleksi : Tugas Akhir Skripsi-ITB
Bahasa : Indonesia
Subjek : I Gusti Ayu Andani, S.T., M.T., Dr
Kata Kunci : Pekerja, preferensi moda, stated choice experiment, Multinomial Logit Model, MRT Jakarta Fase 2A, perpindahan moda
Keterangan : DKI Jakarta merupakan kota dengan jumlah penduduk tertinggi di Indonesia dan tingkat penggunaan transportasi umum yang masih rendah, yaitu sekitar 21 persen, sehingga kemacetan menjadi tantangan utama mobilitas perkotaan. Sebagai upaya perluasan jaringan angkutan massal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang membangun MRT Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota dengan tujuh stasiun bawah tanah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi pengaruh pembangunan MRT Jakarta Fase 2A terhadap preferensi pemilihan moda transportasi pekerja di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode stated choice experiment terhadap 219 responden pekerja di koridor Thamrin menuju Kota yang dipilih melalui purposive sampling. Skenario pilihan memuat delapan situasi perjalanan hipotetis dengan enam alternatif moda dan tiga atribut layanan, yaitu waktu tempuh, biaya perjalanan, dan waktu tunggu. Analisis dilakukan menggunakan model Multinomial Logit, analisis elastisitas waktu tempuh, analisis market share, serta analisis matriks perpindahan moda. Hasil estimasi menunjukkan bahwa waktu tempuh merupakan satu-satunya atribut yang berpengaruh signifikan, sementara biaya perjalanan dan waktu tunggu tidak terbukti signifikan secara statistik. Pekerja pengguna mobil pribadi, pekerja berpendapatan tinggi (di atas Rp10.000.000 per bulan), pekerja berusia 23 tahun ke bawah, dan pekerja asal Jakarta Selatan cenderung lebih memilih MRT. MRT memperoleh pangsa tertinggi sebesar 36,33 persen, diikuti TransJakarta sebesar 29,22 persen dan KRL sebesar 15,55 persen. Matriks perpindahan moda mengindikasikan bahwa potensi perpindahan ke MRT terbesar berasal dari pengguna mobil pribadi sebesar 58,8 persen dan motor pribadi sebesar 52,5 persen, sehingga kehadiran MRT Fase 2A berpotensi meningkatkan pangsa angkutan umum secara keseluruhan, bukan sekadar merelokasi penumpang dari moda umum yang telah ada.
URL : https://digilib.itb.ac.id/gdl/view_data/identifikasi-potensi-pengaruh-pembangunan-mrt-jakarta-fase-2a-terhadap-preferensi-pemilihan-moda-transportasi-pekerja-dki-jakarta-15422026