Perpustakaan ITB

Judul Penulis / Pembimbing TA Tahun Penerbit Perpustakaan

Analisis Spasial Aksesibilitas Fasilitas Esensial Berdasarkan Konsep 15-Minute City di DKI Jakarta Berbasis Integrasi Pejalan Kaki dan Transportasi Publik


Nomor Panggil PWK

TA/2026/3170 SEK

Penulis

SEKARTAJI, Dewi Ayu

Penerbit

Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota SAPPK ITB

Tahun Terbit

2026

Ketersediaan

NoNomor IndukKembaliKoleksi
NoNomor IndukTanggal
NoNomor IndukTanggal
NoNomor IndukTanggal
NoNomor IndukLokasiKoleksi
1 4154003170 TA PWK Labtex IX A Lt.3 JBPTITBSAPPK
No AntrianTanggal ReservasiUser

Detil

Kolasi : xx, 160 hlm.; 30 cm
Materi Koleksi : Tugas Akhir Skripsi-ITB
Bahasa : Indonesia
Subjek : Puspita Dirgahayani, ST., M.Eng, Dr.Eng., Prof
Kata Kunci : Aksesibilitas, 15-Minute City, transportasi publik, DKI Jakarta
Keterangan : Urbanisasi di DKI Jakarta meningkatkan kepadatan penduduk dan kebutuhan mobilitas untuk menjangkau fasilitas dasar, sementara kemacetan menghambat aksesibilitas. Pemerintah telah mengembangkan sistem transportasi massal terintegrasi melalui Transjakarta untuk mengatasi tantangan ini, namun sejauh mana integrasi tersebut memperluas jangkauan aksesibilitas terhadap fasilitas esensial, sebagaimana digagas dalam konsep 15-Minute City oleh Moreno (2016), masih perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keterjangkauan enam fasilitas esensial (pekerjaan, ekonomi, kesehatan, pendidikan, kultural, rekreasi) dengan mengintegrasikan akses berjalan kaki dan transportasi publik dalam skala lingkungan (neighborhood) berdasarkan konsep 15-Minute City. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menghitung jangkauan area layanan dengan memanfaatkan OpenTripPlanner (OTP) untuk membuat isochrone berbasis jaringan jalan dan jadwal transit. Pola persebaran area dengan aksesibilitas tinggi (hotspot) dan rendah (coldspot) dihitung dengan menggunakan analisis Global Moran’s I. Hasilnya menunjukkan Transjakarta secara signifikan memperluas jangkauan area layanan 15 menit, dengan peningkatan status aksesibilitas dari Coldspot menjadi Hotspot pada skenario multimoda, sejalan dengan Canestrini & Giannopoulos (2025) dan Fonseca (2025). Namun, manfaatnya masih terpusat di Jakarta Pusat, sementara Jakarta Timur dan Utara masih rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi transportasi publik terbukti mampu memperluas jangkauan aksesibilitas penduduk terhadap fasilitas esensial, namun pemanfaatannya masih timpang dan terbatas pada wilayah-wilayah tertentu. Penelitian ini diharapkan memberi masukan bagi pemangku kepentingan untuk meningkatkan infrastruktur pejalan kaki, memperluas rute dan titik pemberhentian Transjakarta ke wilayah pinggiran, meningkatkan konektivitas, serta menerapkan kebijakan guna lahan campuran (mixed-use) secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, penelitian ini mendukung visi Jakarta sebagai kota global berbasis transit yang inklusif dan resilien, serta mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
URL : https://digilib.itb.ac.id/gdl/view_data/analisis-spasial-aksesibilitas-fasilitas-esensial-berdasarkan-konsep-15-minute-city-di-dki-jakarta-berbasis-integrasi-pejalan-kaki-dan-transportasi-publik-15422005