| ISBN |
: 978-623-297-660-3 [paperback] |
| Kolasi |
: vi, 101 halaman : ilustrasi ; 25 cm |
| Edisi |
: Cetakan pertama |
| Materi Koleksi |
: Buku-Bacaan Pendukung |
| Bahasa |
: Indonesia |
| Subjek |
: Tourism -- Management ; Pariwisata -- Pengelolaan |
| Kata Kunci |
: Tourism, management, destinations, heritage tourism, the philosophical axis region ; Pariwisata, pengelolaan, destinasi, pariwisata warisan, kawasan sumbu fisosofi |
| Keterangan |
: Pengembangan sektor pariwisata tidak hanya menekankan pada kuantitas tetapi juga kualitas, khususnya dalam memberikan pengalaman dan edukasi bagi wisatawan. Kota Yogyakarta, sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia, memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang menjadikannya ideal untuk pengembangan wisata pusaka. Salah satu elemen utama yang menjadi daya tarik adalah Sumbu Filosofi, garis imajiner yang mencerminkan falsafah kehidupan manusia. Elemen ini tidak hanya menunjukkan tata ruang berbasis filosofi tetapi juga menggabungkan elemen tangible dan intangible, menjadikannya warisan budaya yang bernilai tinggi.
Namun, pengembangan wisata pusaka di Yogyakarta menghadapi tantangan dari segi sistem pengelolaan terpadu dan perlu membangun rasa kepemilikan wisatawan terhadap pentingnya pelestarian situs warisan. Kebutuhan akan edukasi wisatawan dan strategi pengelolaan yang mengintegrasikan konservasi dengan preferensi wisatawan menjadi sangat penting. Sebagai kawasan yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, Sumbu Filosofi tidak hanya menjadi kebanggaan Yogyakarta tetapi juga membawa tanggung jawab besar untuk menjaga nilai historis dan filosofinya di tengah tekanan komersialisasi. |