| Keterangan |
: atik Tiga Negeri: Mahakarya Warna dan Makna adalah sebuah perjalanan menyeluruh yang menyingkap keagungan salah satu puncak estetika wastra Indonesia. Berangkat dari keprihatinan terhadap maraknya produksi tiruan yang mengikis nilai batik tulis tradisional, buku ini mengajak pembaca memahami kembali jati diri batik sebagai karya budaya yang lahir dari kesabaran, spiritualitas, dan kecerdasan leluhur.
Melalui riset mendalam, wawancara dengan maestro batik H. Afif Syakur, serta dokumentasi lebih dari 400 lembar Batik Tiga Negeri asli, buku ini mengungkap sejarah panjang batik yang diwarnai melalui tiga kota: Lasem, Pekalongan, dan Solo. Perpaduan merah Lasem, biru Pekalongan, dan sogan Solo tidak hanya menghasilkan harmoni visual yang memukau, tetapi juga merepresentasikan filosofi Nusantara tentang keberanian, ketenangan, dan kebijaksanaan.
Lebih dari sekadar catatan sejarah, buku ini menyoroti peran Batik Tiga Negeri sebagai simbol identitas budaya, medium komunikasi sosial, dan warisan spiritual yang masih hidup dalam tradisi masyarakat Sunda, termasuk dalam ritual seserahan pernikahan. Dengan pendekatan lintas disiplin—meliputi sejarah, teknik produksi, filosofi warna, hingga konteks sosial budaya—buku ini memberikan pemahaman komprehensif bagi akademisi, desainer, seniman, maupun pecinta batik.
Di tengah tantangan modernisasi dan industrialisasi tekstil, buku ini menjadi pengingat bahwa pelestarian batik tidak dapat dilepaskan dari kesetiaan terhadap proses dan penghargaan pada nilai-nilai luhur tradisi. Melalui refleksi mendalam, penulis menekankan pentingnya keseimbangan antara tradisi dan inovasi sebagai kunci keberlanjutan batik di masa depan.
Batik Tiga Negeri: Mahakarya Warna dan Makna adalah sebuah penghormatan bagi para perajin batik yang menjaga nyala tradisi, sekaligus ajakan untuk kembali memandang batik bukan sebagai motif semata, tetapi sebagai jiwa bangsa yang hidup dalam setiap helai kain. |