Perpustakaan ITB

Judul Penulis / Pembimbing TA Tahun Penerbit Perpustakaan

Identifikasi Pengaruh Spasial Terhadap Pembentukan Harga Lahan di Tingkat Kelurahan Kota Jakarta Selatan Menggunakan Pendekatan Spatial Durbin Model


Nomor Panggil PWK

TA/2025/3164 DWI

Penulis

DWISEPTANO, Ziham Hafidz

Penerbit

Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota SAPPK ITB

Tahun Terbit

2025

Ketersediaan

NoNomor IndukKembaliKoleksi
NoNomor IndukTanggal
NoNomor IndukTanggal
NoNomor IndukTanggal
NoNomor IndukLokasiKoleksi
1 4154003164 TA PWK Labtex IX A Lt.3 JBPTITBSAPPK
No AntrianTanggal ReservasiUser

Detil

Kolasi : xiv, 179 hlm.; 30 cm
Materi Koleksi : Tugas Akhir Skripsi-ITB
Bahasa : Indonesia
Subjek : Pradono, S.E., M.Ec.Dev., Dr.Eng., Prof
Kata Kunci : Harga lahan, spasial, SDM, Jakarta Selatan
Keterangan : Harga lahan merupakan salah satu indikator utama dalam dinamika pembangunan kota dan mencerminkan data tarik serta potensi ekonomi di suatu wilayah. Di kota besar seperti Jakarta Selatan, pembentukan harga lahan tidak hanya ditentukan oleh karakteristik internal suatu kelurahan, melainkan juga dipengaruhi oleh karakteristik spasial dengan kelurahan sekitarnya. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana faktor-faktor spasial membentuk harga lahan baik secara lokal maupun antar kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spasial yang memengaruhi pembentukan harga lahan di tingkat kelurahan serta merumuskan model spasial yang mampu menjelaskan efek langsung dan tidak langsung antar kelurahan. Dengan pendekatan Spatial Durbin Model (SDM), penelitian ini menunjukkan bahwa harga lahan sangat dipengaruhi oleh variabel spasial seperti luas lahan, pertumbuhan penduduk, kepadatan penduduk, dan durasi genangan banjir. Hasil penelitian mengungkap bahwa luas lahan memiliki pengaruh positif secara lokal, sedangkan pertumbuhan dan kepadatan penduduk menunjukkan korelasi negatif terhadap harga lahan, baik secara langsung maupun melalui efek spillover ke kelurahan tetangga. Proporsi lama banjir terbukti sebagai variabel paling dominan dalam menurunkan harga lahan secara spasial, mencerminkan pentingnya faktor kerentanan lingkungan dalam pasar lahan perkotaan. Model SDM yang digunakan berhasil menangkap hubungan spasial antarwilayah secara lebih akurat dibandingkan regresi klasik, serta memberikan pemahaman yang lebih holistik mengenai pembentukan nilai lahan dalam konteks urban. Temuan ini menunjukkan urgensi integrasi antara kebijakan tata ruang, mitigasi risiko lingkungan, dan pengelolaan kepadatan penduduk dalam skala mikro-wilayah seperti kelurahan. Perumusan kebijakan berbasis bukti spasial menjadi kunci untuk mengarahkan investasi publik dan pengendalian pertumbuhan kota yang lebih merata. Selain kontribusi praktis dalam perencanaan kota, penelitian ini juga memperkaya literatur akademik dalam bidang ekonomi spasial dan permodelan harga lahan di negara berkembang
URL : https://digilib.itb.ac.id/gdl/view_data/identifikasi-pengaruh-spasial-terhadap-pembentukan-harga-lahan-di-tingkat-kelurahan-kota-jakarta-selatan-menggunakan-pendekatan-spatial-durbin-model/15421075?rows=1&per_page=2